.:: seandainya aku jatuh hati ::.

•17 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

nikah

nikah


Yaa Allah …seandainya aku jatuh hati
Izinkan aku Menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar tidak terjatuh dalam jurang Cinta semu

Yaa Muhaimin, seandainya aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Yaa Allah… Seandainya aku jatuh cinta
Cintakan aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu

Yaa Rabbul Izzati …seandainya aku rindu,

nikah

nikah


Rindukanlah aku pada seseorang
yang merindukan syahid dijalan-Mu
Jagalah rinduku padanya
agar tidak lalai dalam merindukan ridla-Mu

Yaa Mujiib as Saailiin Terimalah Permohonanku
Yang Selalu Mencintai-Mu.

•21 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

For more widgets please visit www.yourminis.com

E-Pedagogy and E-Asessment

•21 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

1. Behavioral Model
Teori psikologis ini menyatakan bahwa belajar menjelma diri sendiri di dalam perilaku (perilaku yang diperkuat atau yang diubah), dan perilaku dapat dikondisikan melalui suatu sistem hukuman pidana dan pahala. Perilaku-perilaku diinginkan dapat didorong melalui pahala; perilaku-perilaku tak diinginkan dapat ditindas melalui hukuman-hukuman.

Behavioral adalah salah satu metoda-metoda pengajaran yang paling tua. Ini adalah jenis learning dengan hafal pelajaran, drill-and-practice didapatnya ketrampilan, dan suatu punishment-and-reward sistim terpelajar. Itu adalah biasanya mempraktekkan/berlatih di dalam sekolah dasar dan, kepada luas lebih sedikit, pendidikan sekunder. Praktek penilaian yang ada, di dalam semua sektor-sektor, memperlihatkan suatu pendekatan behaviouralist –sukses yang bersifat penghargaan (dengan a “-laluan”) dan menghukum kegagalan (dengan menahan sertifikasi)

Mempedulikan perilaku kecil sekitar proses-proses mental bahwa berlangsung di dalam pelajar, yang dipertimbangkan suatu kotak hitam. Dan sebaliknya, guru memainkan a peran pusat, mahluk ‘master’ dengan tanggung jawab untuk latihan pelajar.

Di dalam model behaviourist, pelajaran berlangsung di suatu sangat mengawasi lingkungan, melalui teknik-teknik drill-and-practice. Itu menjelma diri sendiri melalui perilaku-perilaku yang diubah seperti pengadaan praktis yang baru atau ketrampilan-ketrampilan mental.

2. Contructivisme Model
Pelajaran pandangan teori-teori pelajaran teori sebagai suatu proses tentang pemahaman dan internalising fakta-fakta dan konsep-konsep sekitar dunia di sekitar kita(kami. Di dalam cognitivist
model, pengetahuan dan mengerti diwakili oleh mental yang terpisah negara; kombinasi-kombinasi synaptic yang unik bahwa mewakili; menunjukkan pengetahuan spesifik dan pemahaman. Cognitivism mengambil suatu pendekatan pengolahan data untuk belajar, dengan pelajar itu yang sedang dilihat sebagai suatu komputer yang masuk, proses-proses dan keluaran-keluaran informasi.

Cognitivism bersandar pada kedua-duanya guru dan pelajar. Guru menyediakan isi dan pelajaran antaran (yaitu. pembuatan mental yang spesifik model); pelajar itu adalah bertanggung jawab untuk internalising material yang diperkenalkan oleh guru. Di dalam cognitivist model, pelajaran berlangsung ketika ‘yang benar’ bahan-bahan adalah tersedia untuk pelajar, dan guru mengarahkan pelajaran. Cognitivism kenali setiap perbedaan-perbedaan antara pelajar-pelajar, masing-masing mempunyai milik mereka sendiri gagasan-gagasan yang didugakan dan lebih disukai belajar gaya-gaya. Tetapi pengetahuan tinggal sangat utama mengantisipasi, dengan peran dari guru menjadi itu untuk memudahkan belajar melalui suatu rangkaian terpelajar aktivitas.

3. Cognitive Model
Menurut teori ini, pengetahuan adalah sama sekali subjektif, dengan uniknya yang dibangun oleh masing-masing pelajar melalui suatu kombinasi pengetahuan mereka yang yang ada dan kepercayaan-kepercayaan, dan stimuli baru. Pengetahuan adalah dengan aktip dibangun oleh pelajar-pelajar melalui suatu proses mental dari pengembangan dengan mana pelajar-pelajar membangun (“-bangun”) maksud(arti dan pengetahuan. Maksud(arti berasal dari arus pengetahuan dan kepercayaan-kepercayaan, dan secara individu dibangun.1977 Piaget) barang kelontong asimilasi dan pemondokan menguraikan bagaimana pelajaran berlangsung. Asimilasi mengacu pada pengintegrasian persepsi-persepsi ke dalam mental yang ada model; pemondokan melibatkan perubahan mental model-model untuk menjelaskan persepsi-persepsi bahwa akan jika tidak tidak dipahami. Piaget nyatakan bahwa belajar terjadi oleh satu konstruksi yang aktif dari maksud(arti, dibanding oleh penerimaan yang pasif. Ia menjelaskan bahwa ketika kita, sebagai pelajar-pelajar, pertemuan satu pengalaman atau suatu situasi yang bertikai dengan pemikiran kita(kami yang aktif, suatu keadaan dari ketakseimbangan diciptakan. Kita harus lalu mengubah pemikiran kita(kami untuk memulihkan keseimbangan atau keseimbangan. Untuk lakukan hal ini, kita bisa dipahami tentang informasi yang baru oleh menghubungkan nya dengan apa [yang] kita telah mengetahui, yang ,dengan mencoba untuk berasimilasi nya ke dalam pengetahuan kita(kami yang yang ada. Ketika kita tidak mampu untuk lakukan ini, yang psikolog-psikolog sebut(panggil suatu keadaan dari disonansi kognitif, kita mengakomodasi informasi baru kepada cara berpikir kita(kami yang tua dengan restrukturisasi hadiah kita pengetahuan ke(pada suatu yang tingkat yang lebih tinggi tentang pemikiran.

KONSEP RE-ENGINEERING

•20 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kebutuhan merancang-bangun perangkat lunak ulang sudah meningkat banyak, yakni ketika sistem perangkat lunak yang ada, sudah menjadi usang dalam hal arsitektur, platform, stabilitas dan kesesuaian untuk mendukung evolusi kebutuhan. Software re-engineering adalah penting untuk memulihkan kembali perangkat lunak yang ada, tingginya biaya pemeliharaan dibawah kontrol serta pembentukan dasar evolusi untuk mendukung kebutuhan di masa depan menjadi hal utama.

Re-engineering adalah pengujian, anilisa dan perubahan dari suatu sistem perangkat lunak yang ada untuk menyusun kembali suatu form yang baru dan implementasi baru berikutnya. Proses pada umumnya meliputi suatu kombinasi dari reverse engineering, re-documentation, re-structuring, dan forward engineering. Tujuannya untuk memahami komponen sistem perangkat lunak yang ada (spesifikasi, desain dan implementasi) dan untuk memperbaiki ulang sistem fungsional, kinerja implementasi.

Tantangan di dalam software re-engineering adalah mengambil sistem yang ada dan menanamkan metoda-metoda pengembangan software yang  baik, membangkitkan suatu target sistem yang baru dan memelihara kemampuan yang diperlukan selagi menerapkan teknologi baru. Sasaran secara khusus dari suatu tugas re-engineering ditentukan oleh sasaran dari korporasi-korporasi, sedangkan sasaran hasil re-engineering ulang secara umum ada empat:
•    Preparation for functional enhancement (persiapan untuk peningkatan fungsional)
•    Improve maintainability (memperbaiki maintenance)
•    Migration (migrasi system)
•    Improve reliability (memperbaiki keandalan)

Re-engineering seharusnya tidak melakukan peningkatan fungsional dari sistem yang ada, namun sering digunakan dalam mempersiapkan peningkatan. Sistem warisan, bertahun-tahun dimodifikasi karena error atau adanya peningkatan-peningkatan. Kode tidak lagi memiliki suatu struktur dan dokumentasi yang jelas, logis mungkin tidak ada, dan jika itu ada, itu sering ketinggalan jaman. Re-engineering menetapkan karakteristik-karakteristik dari sistem yang ada dapat dibandingkan dengan spesifikasi karakteristik-karakteristik dari sistem yang diinginkan atau target sistem.

Target system yang di-re-engineering dapat dibangun dengan memudahkan peningkatan-peningkatan. Sebagai contoh, jika peningkatan-peningkatan sistem yang diinginkan berdasarkan pada desain berorientasi objek, maka sistem target dapat dikembangkan dengan teknologi yang berorientasi obyek dalam mempersiapkan peningkatan kemampuan (functional) dari sistem yang ada. Ketika sistem bertumbuh dan berkembang, biaya pemeliharaan (maintenance) meningkat, karena perubahan menjadi sulit dan menghabiskan waktu. Satu sasaran dari re-engineering adalah merancang ulang sistem dengan modul-modul  yang lebih fungsional sewajarnya dan antar muka yang lebih tegas/eksplisit.

Hybrid Re-Engineering

•20 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Re-engineering menerapkan reverse engineering, mengekstrak kode system yang ada untuk mendapatkan desain dan persyaratan. Kemudian menggunakan forward engineering untuk mengembangkan replacement system. Re-engineering sebagai pengembangan metodologi memungkinkan resiko penjadwalan, fungsionalitas, pembiayaan dan kualitas produk. Sehingga banyak organisasi yang memperhatikan pemakaian paket aplikasi software COTS, sebagai alat untuk menurunkan waktu penjadwalan dan biaya rancang bangun ulang. Makalah ini menguraikan konsep umum re-engineering lalu menjelaskan munculnya proses hybrid re-enginering. Hybrid re-engineering menggunakan kombinasi translation code (kode terjemahan) yang ada, paket aplikasi software COTS (Commercial Off the shelf Package Software) dan custom code (kode penyesuaian) untuk menghasilkan system replacement. Hybrid re-engineering dikembangkan untuk menurunkan beberapa resiko re-engineering dengan paket aplikasi software COTS diharapkan untuk mempunyai tingkat kehandalan dan memerlukan minimal pengembangan waktu penjadwalan. Makalah ini juga membahas kelebihan, kekurangan, resiko potensi dan metrik untuk setiap track dalam hybrid re-engineering.

Keyword’s; re-engineering, reverse engineering, forward engineering, COTS

contac; alikhs07@yahoo.com

Ujian Seminar Hybrid Re-Engineering

•20 Januari 2009 • 1 Komentar

Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 2 bulan, ujian SEMINAR PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER di laksanakan pada tanggal 16 januari 2009. Ketika ngelihat jadwal di Prodi ILKOM loh kok dosen pengujinya dosen baru.?? Eit..jangan diragukan katanya dari keluaran mahasiswa S2 ITB. Wow keren bisa-bisa dihajar habis-habisan nih makalah seminar saya.

Dosen pengujinya Pak Lala, kata Pak Andri staff TU Prodi Ilkom. Karena lagi semangat-semangatnya apalagi ditambah fikiran yang jernih dan positif thinking saya langsung cari dosen penguji 2 hari sebelum jadwal ujian saya. Ketika itu langsung perkenalan dan minta no kontak beliau.

Hari jumat, ujian seminar kebagian jam pertama saya beranikan diri, dan sebelum Pak Lala datang saya sms dulu; “Asslam, Pak Lala, ini saya Dwi Ely Kurniawan sudah di Gedung Ilmu Komputer (GIKO) insya Allah sudah siap untuk ujian seminar. Dengan membawa laptop pinjam dari Lukman saya presentasi menggunakaan UBUNTU 8.10.

Alhamdulillah lancar, walau presentasi agak ragu-ragu karena materi yang saya bawakan belum pernah terjun langsung di dunia Software Re-Engineering. Jadi ketika saya memberikan contoh dan implementasi kurang meyakinkan.

Tapi saya salut dengan Pak Lala, bukanya saya dihajar habis-habisan tapi beliau memberikan pencerahan yang sangat luar biasa bagi saya dan kelancaran presentasi seminar saya.

Terimakasih ya untuk;
1. Pak Eka Fitra Jaya,
2. Pak Eddy Prasetyo Nugroho
3. Pak Lala
4. Pak Andri
5. Lukman
6. Agung, Yadi and semua temen-temen ilkom 2005

Keep Perjuangan…!!! Perjalanan kita tinggal semester lagi Ayo..!!! LAnjutkan BRO…!!!!!!!!!!!!!!

Cari Judul buat Seminar Ilmu Komputer

•20 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Harus berapa kali mengajukan judul seminar, temen-temen pendidikan dan non pendidikan ilmu komputer UPI sibuk hanya mancari judul yang sesuai dan disetuji oleh koordinator dosen seminar.

Wah sepertinya ingin membuat suatu gebrakan yang baru buat anak-anak ilkom angkatan 2005. Memang sih karena masih baru inginnya yang ideal supaya bener-bener diperhatikan oleh mahasiswa.

OK..!! Pak Eka, saya ajukan beberapa judul nih;
1. Metode Pembelajaran SCROOM Complaint
2. Distance Learning
3. Re-Engineering
4. Hybrid Re-Engineering

Setelah mengajukan judul yang ke empat akhirnya saya diterima untuk melakukan pengkajian dan pembahasan. Yup, saya langsung ngadu sama Mbah Google dan akhirnya menemukan di beberapa jurnal online.

Lihat di;
1. MOJIT (Malaysian Jurnal International Teghnology)
2. TOJDE (Turkis Journal …)
3. dll…(cari sendiri ya..)

Atas bimbingan Pak Eddy Prasetyo, makalah Seminar Hybrid diajukan untuk minta saran dan masukan..

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

•20 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

1. EXAMPLES NON EXAMPLES CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
Langkah-langkah :
• Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
• Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
• Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
• Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
• Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
• Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
• Kesimpulan

2. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
• Menyajikan materi sebagai pengantar
• Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
• Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
• Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
• Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
• Kesimpulan/rangkuman

3. NUMBERED HEADS TOGETHER
Langkah-langkah :
• Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
• Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
• Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
• Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
• Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
• Kesimpulan

4. COOPERATIVE SCRIPT
Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari

Langkah-langkah :
• Guru membagi siswa untuk berpasangan
• Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
• Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
• Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
• Sementara pendengar :
• Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
• Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
• Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
• Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
• Penutup

5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)
Langkah-langkah :
• Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
• Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai
o Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
• Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
• Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
• Kesimpulan

6. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
• Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
• Guru menyajikan pelajaran
• Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
• Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
• Memberi evaluasi
• Kesimpulan

7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
• Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
• Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
• Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
• Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
• Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
• Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
• Guru memberi evaluasi
• Penutup

8. PROBLEM BASED INTRODUCTUON (PBI)(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH)
Langkah-langkah :
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
• Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
• Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
• Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
• Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

9. ARTIKULASI
Langkah-langkah :
• Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
• Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
• Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
• Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
• Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
• Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
• Kesimpulan/penutup

10. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
• Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
• Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
• Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
• Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
• Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru

11. MAKE – A MATCH (MENCARI PASANGAN) (Lorna Curran, 1994)
Langkah-langkah :
• Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
• Setiap siswa mendapat satu buah kartu
• Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
• Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
• Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
• Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
• Demikian seterusnya
• Kesimpulan/penutup

12. THINK PAIR AND SHARE
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
• Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
• Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
• Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
• Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
• Guru memberi kesimpulan
• Penutup

13. DEBATE
Langkah-langkah :
• Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
• Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
• Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
• Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
• Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
• Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai

14. ROLE PLAYING
Langkah-langkah :
• Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
• Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
• Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
• Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
• Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
• Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
• Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
• Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
• Guru memberikan kesimpulan secara umum
• Evaluasi
• Penutup
.
15. GROUP INVESTIGATION
Langkah-langkah :
• Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
• Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
• Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
• Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan
• Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok
• Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
• Evaluasi
• Penutup

16. TALKING STIK
Langkah-langkah :
• Guru menyiapkan sebuah tongkat
• Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
• Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
• Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
• Guru memberikan kesimpulan
• Evaluasi
• Penutup

17. BERTUKAR PASANGAN
Langkah-langkah :
• Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya
• Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya
• Setelah selesai setiap pasangan bergabungdengan satu pasangan yang lain
• Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka
• Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula

18. SNOWBALL THROWING
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
• Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
• Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
• Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
• Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
• Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
• Evaluasi
• Penutup

19. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
• Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
• Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya
• Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
• Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu
• Penutup

20. COURSE REVIEW HORAY
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
• Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
• Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
• Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa
• Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar () dan salan diisi tanda silang (x)
• Siswa yang sudah mendapat tanda  vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya
• Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh
• Penutup

21. DEMONSTRATION
(Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen)
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan TPK
• Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan dismpaikan
• Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
• Menunjukan salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan
• Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisa
• Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan
• Guru membuat kesimpulan

22. EXPLICIT INTRUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG) (ROSENSHINA & STEVENS, 1986)
Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan proseduran dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangklah
Langkah-langkah :
• Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
• Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
• Membimbing pelatihan
• Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
• Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan

23. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS (STEVEN & SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
• Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
• Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
• Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
• Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
• Guru membuat kesimpulan bersama
• Penutup

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.